Tampilkan postingan dengan label Nanggroe. Tampilkan semua postingan

Tuntut Bantuan, Ribuan Massa Kepung Kantor Gubernur Aceh

BANDA ACEH - Ribuan masyarakat 'menguasai' kantor Gubernur Aceh. Massa yang datang dari berbagai kabupaten ini  menuntut janji pemerintah Aceh tentang proposal usaha yang diajukan masyarakat. Beberapa kaca pintu dan pas bunga di hancurkan massa. 

Informasi yang diperoleh The Globe Journal dari masyarakat di kantor gubernur tersebut, dana yang awalnya dijanjikan 3 juta setiap proposalnya berkurang menjadi 500 ribu. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan dana senilai Rp 500 ribu tak kunjung diberikan kepada masyarakat.
Karena merasa ditipu dan di permainkan oleh pemerintah Aceh. Ribuan masapun mengamuk di depan pintu masuk gedung utama kantor gubernur.
Aksi masa pun tak berhenti sampai disitu saja, mereka juga memblokade setiap penjuru pintu masuk kantor gubernur agar pegawai tidak bisa keluar dari gedung tersebut.
"Kami mau pulang. Tapi massa ada dikantor halaman Gubernur. Sangat ramai," sebut Tuti pegawai kantor Gubernur. 
Sumber The Globe Journal menyebutkan sebelumnya Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meninggngalkan kantor Gubernur dari pintu samping gedung BP2T. Ketika diketahui massa, Muzakir Manaf langsung meluncur ke mobil dinasnya. 
Sampai berita ini diturunkan massa masih mengepung kantor gubernur Aceh. [theglobejournal]
Tag : ,

'Janji Hana Siku' Mariana dari Langsa: Meunyoe Hana Dibie Peng, Bek Tawoe Dile

BANDA ACEH - Ribuan masyarakat dari seluruh Aceh memadati kantor Gubernur, Jum'at (27/12/2013). Massa datang untuk menagih uang proposal yang dijanjikan oleh Pemerintah Aceh beberapa waktu yang lalu.

Pantauan The Globe Journal dari halaman kantor Gubernur Aceh, masyarakat saat ini tengah berkumpul di depan pintu masuk. Mereka meminta pemerintah untuk segera mencairkan bantuan dana proposal modal usaha.
"Kami tunggu. Meunyoe hana dibie peng. Bek tawoe dile (Kalau tidak diberikan uangnya. Jangan pulang dulu," ujar salah seorang masyarakat, Mariana.

Dia sudah berada di Banda Aceh sejak Jumat (6/12/2013) untuk memasukkan proposal dana bantuan. Namun sampai saat ini, perempuan asal Kota Langsa ini belum mendapat bantuan dana yang dijanjikan Pemerintah Aceh tersebut. 

"Kami dijanjikan dana bantuan sebesar Rp 3 juta, sudah ada nomor agenda sama kami. Tapi sekarang mau diberi Rp 500 ribu, mana mau kami," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Yusra pada The Globe Journal. Warga dari perumahan Budha Suchi, Neuheun ini juga mengaku sudah menerima nomor agenda saat menyerahkan proposal.
"Kami dijanjikan Rp 500 ribu per proposal. Dibilang sama Pak Wagub tanggal 10 Desember sudah bisa diambil, tinggal kasih kertas tersebut," ujarnya sambil memperlihatkan nomor agendanya miliknya dan beberapa temannya.

Hingga kini, masyarakat masih terus bertahan di halaman Kantor Gubernur Aceh. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi apapun dari Pemerintah Aceh tentang jumlah uang yang akan diberikan. [theglobejournal]
Tag : ,

Bantuan Tak Cair, Ribuan Warga Aceh Rusak Kantor Gubernur

BANDA ACEH - Sekitar 1.000 warga menyerbu kantor Gubernur Aceh. Warga mengaku merasa ditipu dan diperlakukan tidak adil oleh pemerintah Aceh. Pasalnya sejak sebulan lalu, warga mengirimkan proposal bantuan ekonomi, namun hingga hari ini tidak kunjung cair. 

Dalam penyerbuan itu, warga bahkan melempari pintu kaca bagian depan dan kantor serta mengobrak abrik bunga-bunga yang ada di halaman kantor. Sejumlah warga juga terlibat cekcok dengan aparat kepolisian, karena merasa mendapat perlakuan kasar. 

"Jangan berjanji kalau tidak bisa menepati, semua warga datang karena dijanjikan akan diberi dana Rp 500.000 rupiah per orang," teriak Neneh, warga Aceh Besar, Jumat (27/12/2013). 

Suasana ricuh menjelang maghrib, karena warga memaksa bertahan di kantor gubernur, hingga akhirnya polisi melepaskan tembakan ke udara dan memaksa warga pergi. 

Seribuan warga ini sudah berada di kantor gubernur sejak pagi hari. Polisi mengamankan 9 warga yang dianggap memicu kericuhan dan anarkistis. [kompas]
Tag : ,